Cara memotong video YouTube jadi Shorts, TikTok, dan Reels
Video YouTube biasanya landscape 16:9 dan berdurasi panjang, sedangkan Shorts, TikTok, dan Reels butuh video vertikal 9:16 yang singkat. Mengubahnya bukan sekadar memotong durasi: kamu juga harus membingkai ulang supaya wajah tetap di tengah, menambah subtitle, dan membuka klip dengan kuat.
Pastikan kamu boleh memakai videonya: video milik sendiri, video dari kreator yang memberi izin, atau kampanye clipper resmi. Lihat juga soal izin dan hak cipta.
Ukuran dan durasi yang tepat
Ketiga platform memakai format yang sama: vertikal 9:16, resolusi 1080 × 1920. Batas durasinya berbeda dan cukup sering berubah, jadi anggap angka di bawah sebagai patokan umum dan cek lagi di aplikasinya.
| Platform | Format | Batas durasi (umumnya) | Durasi klip yang enak ditonton |
|---|---|---|---|
| YouTube Shorts | 9:16, 1080 × 1920 | sampai 3 menit | 20–60 detik |
| Instagram Reels | 9:16, 1080 × 1920 | sampai 3 menit | 15–60 detik |
| TikTok | 9:16, 1080 × 1920 | lebih panjang dari Shorts/Reels | 20–60 detik |
Durasi ideal ditentukan isi, bukan angka. Klip 25 detik yang padat lebih baik daripada 70 detik yang separuhnya basa-basi. Patokannya: satu ide utuh, dibuka dengan kalimat terkuat, ditutup dengan payoff.
Cara manual dengan editor video
- Siapkan file videonya (dari kreatornya, atau unduhan yang memang diizinkan).
- Tonton dan catat momen. Tandai menit-menit yang menarik. Untuk video dua jam, bagian ini bisa makan waktu paling lama.
- Potong setiap momen, buang pembukaan dan jeda yang tidak perlu.
- Ubah kanvas ke 9:16 lalu geser dan perbesar video supaya wajah pembicara ada di tengah. Kalau pembicaranya bergerak, posisi harus diatur ulang di beberapa titik.
- Tambahkan subtitle, idealnya per kata atau per 2–4 kata, dan perbaiki kata yang salah dengar.
- Tambahkan teks hook di 2–3 detik pertama.
- Ekspor 1080 × 1920 lalu upload.
Cara ini memberi kontrol penuh, tapi untuk satu video panjang yang menghasilkan 10 klip, prosesnya bisa memakan berjam-jam.
Cara otomatis dengan KlipAI
KlipAI mengerjakan langkah-langkah yang paling lama secara otomatis, langsung di komputer kamu:
- Tempel link YouTube atau seret file video. KlipAI mengunduh dan mentranskrip videonya dalam Bahasa Indonesia.
- Pilih cara mencari momen: AI membaca seluruh transkrip dan memberi skor tiap momen beserta judul, hook, dan caption; atau pakai deteksi lokal.
- Pilih layout untuk tiap klip: penuh, close-up, utuh + blur, split podcast dua orang, atau facecam gaming. Kamera mengikuti wajah orang yang sedang bicara.
- Atur subtitle dan hook: pilih dari 13 gaya subtitle dan 6 gaya hook, betulkan kata yang salah dengar per baris.
- Render, lalu klip 9:16 siap upload bersama file caption dan hashtag.
Langkah lengkapnya ada di panduan klip pertama dalam 10 menit.
Memilih framing: landscape ke vertikal
Video 16:9 yang diubah ke 9:16 kehilangan sebagian besar sisi kiri dan kanan. Pilih framing sesuai isinya:
- Satu orang bicara: crop yang mengikuti wajah. Paling umum dan paling enak ditonton.
- Dua orang ngobrol (podcast): layout atas-bawah, satu orang di tiap bagian, supaya keduanya selalu terlihat.
- Gaming dengan facecam: facecam di atas, gameplay di bawah.
- Ada slide, tulisan, atau layar yang penting: tampilkan video utuh di tengah dengan latar blur di atas dan bawah, supaya tidak ada informasi yang terpotong.
Checklist sebelum upload
- Kalimat pertama langsung menarik, tanpa salam atau basa-basi.
- Wajah pembicara tidak pernah keluar bingkai.
- Subtitle terbaca, tidak tertutup tombol like/komentar di kanan dan caption di bawah.
- Nama orang dan istilah di subtitle sudah benar.
- Klip berakhir setelah payoff, tidak terpotong di tengah kalimat.
- Resolusi 1080 × 1920.
- Caption singkat, hashtag relevan, dan sesuai syarat kampanye kalau ada.
Dari satu link YouTube ke belasan klip
Tempel link, biarkan KlipAI memilih momen, membingkai ulang, dan memberi subtitle. Kamu tinggal merapikan dan render.
Download KlipAI